Kupikir ini hanya sebuah keinginan sederhana
Bersamamu nanti menimang cucu
dan kita tergelak di kursi rotan,
di beranda

dan saat iqomah maghrib di pengeras suara
Kita sucikan muka segera
Berdirilah di belakangku
Cukup sehasta

Sesudahnya, biarkan cucu kita memilih kartun kesayangannya.
Kau di sebelahku saja
Mengelus ubanku di kepala

Itu cukup sederhana kurasa
Aku tak berani bermimpi lebih tinggi lagi
Dekap kepalaku di dadamu
Hingga terkantuk

Sebelum mimpi merenggut
Kubisikkan kata yang ku takut tak sempat akan sampai ke fajar
“Temani aku saat ajal menjemput”

Dan di pagi, saat diberi satu hari lagi,
Bangunkan aku dengan cangkir kopi yang biasa
Dengan senyummu mengerak di ampasnya…

Di kursi rotan di beranda di suatu senja yang entah
Kutitipkan semua
Tentang bahagia tentang duka…