Aku mengenalmu sebagai seluruh rasaku di dunia ini, selain itu aku tak tahu. Segalamu seperti setiap alasanku sekaligus sebagai kaki-kakiku, membuat aku terus melangkah.

Betapa saat mandi tak dapat kubersihkan dari tubuhku saat-saat bersamamu. Betapa melekat saat menghitung jumlah hujan yang bermain bunyi-bunyian di genteng. Kemalasan-kemalasan saat kau jatuhkan pagi untuk membangunkan tidurku. Membayang membantumu memotong wortel menjadi ribuan helai tak beraturan, atau mengantar dan menjemputmu dengan bawaan penuh ke tempat favoritmu. Pasar tradisional.

Betapa ingin kutaklukan keinginan dunia dengan keinginanku. Merajutkan senja buat selimutmu, memijit kaki-kakimu, mengusir kelelahan-kelelahan, menjadi buku harian tempatmu menceritakan episode-epsode hari, atau menjadi pengendara kereta kencana yang siap mengantarkan kemana kau mau pergi.

Sederhananya mungkin aku ingin mengabdikan seluruh hidupku padamu.

Lalu pada akhirnya nanti, dengan segala yang aku perbuat disini, kau akan percaya bahwa seluruhku akan mendekat ke seluruhmu.