Sekilas kerutan kerutan di wajahmu
Menyadarkan bahwa aku tak lagi belia
Tapi kenangan-kenangan yang berhamburan
Sungguh terasa begitu baru saja

Di bawah bangku mencuri waktu baca komik dewasa
Terkekeh menertawakan botak di kepala guru sejarah
Dan sewaktu kita bercermin di kaca meja rias, mendadak kita menemukan kepalanya serupa kepala kita

Terbahak mengingat saat kita sembunyi-sembunyi mencuri nangka di halaman sekolah
Menyembunyikannya di para para
Hingga harumnya menyebar sampai ujung kelas sebelah
Atau mengintip isi rok guru bahasa Indonesia
Oooo, tak pernah terpikir benar salah
Kita adalah kanak-kanak tanpa dosa, tentu saja

Pada senyum kanak-kanak di wajah-wajah yang menua
Di halaman, tempat bermain bola dan kejar-kejaran
Tempat dihukum berdiri sebelah kaki
Bersama kita menolak menjadi dewasa…

Kisah perjalanan kita, sobat, selamanya akan selalu ranum…