Selain menulis surat dan dihanyutkan perahu kertas, sesekali ingin kucoba menulis harapan di layang-layang.

Kutulis di kertasnya yang tipis, kurekatkan pada bambu penahannya.
Kuterbangkan layangan itu, biar dia berdansa dengan udara.
Swing atau tango, entahlah.

Benangnya akan kupegang erat,
lalu di saat aku siap, kulepaskan dengan senang hati.
Biarlah layangan harap & doaku pergi.
Meninggi.

Aku tak tahu kemana angin akan menculiknya.
Apakah layang-layang itu akan tersangkut di awan.
Terlilit pada temali diantara lekuk jejeran tiang listrik.
Sembunyi di ranting pohon yang mulai teranggas benalu.
Atau…
Terjatuh di atap rumahmu.

Yang jelas, aku sudah menuliskan inginku di layangan itu.
Semoga terbaca dan aksaranya terselip di iris matamu.
….disitu tertulis juga pesan, aku merindumu.

Layang-layangku, jatuhlah di tanah yang kau ingin tuju.