duduklah di dekatku, lalu menataplah
ke arah manapun yang kau mau
dan kita akan saling memahami lewat diam
serta serangkaian isyarat yang mirip cuaca

maukah kau bercerita
tentang hal-hal yang tinggal
dan disisakan oleh sebuah
kematian?
(sisa yang mungkin tak ada, tapi selalu saja
kita bayangkan)

kata orang, ketika maut menjemput
dan ajal serupa tikungan yang sukar diperkirakan
dan terpaksa dilewati dengan sejumput
kecemasan
kita bakal mengenang segala
yang paling kita cintai

adakah, adakah dia terkenang
pada kantung di bawah matamu, pada tanda lahir
rahasia di tubuhmu, atau pada sepotong musik

jika sampai kematian padaku
akankah, akankah aku teringat
pada nafasnya yang lembut
dan beraroma, pada butiran mungil
keringat di hidungnya, atau pada khayal
riang tentang sebuah masa depan?

jika sampai kematian padaku
duduklah di dekatnya, dan biarkan
ia menatap kemanapun
(termasuk ke arah matamu)

sebab perempuan, kiranya perempuanlah
yang paling mengerti makna ketabahan.

 

 

 

 

[ 03:30 – 20/1/12 ]