Kupelajari isyarat langit yang
semakin menghitam-membiru
Rembulan menyendiri
ditinggalkan sepi yang sunyi

: Apakah tadi malam
tangis tumpah di dadamu?

Telah kususuri jalan berkerikil
dari halaman rumahmu sampai sumur kering
tak lagi dipakai mandi
Orang tak lagi menyapa dengan senyum
Bibir mereka kebas dari derita
tak kunjung lepas

: Batu mana membuatmu terjatuh
dengan luka tak kunjung kering?

Aku gagal bermimpi dan mencatat
sebuah ingatan
Bola mata bulatmu
atau urai bulu-bulu halus kudukmu

: Di mana kau sembunyikan
lagu riang yang membuatmu menari
dalam hujan?

Bahuku tak sekuat jaring laba-laba
Dadaku hanya sebidang rindu memuja kepalamu
Aku tak mau
mengabadikan mendung di binar matamu
Cukuplah hanya aku

: Izinkan aku meminjam gelisahmu
malam ini saja