Aku adalah peninggalan feodalisme londo. sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja mengalir kencang pada darah leluhur ku. Budi pekerti habluminallah dan habluminannas adalah barang langka dan suatu kemewahan.

Semarang catatan buram masa kecilku. Menghabiskan masa kecil dikota Semarang sangat mengasyikan, aku sama seperti bocah kampung lainnya, aku mencuri mangga, bermain bola dilapangan saat sore tiba sampai meninggalkan waktu ngaji sehabis sholat maghrib hanya untuk menonton film kartun kura-kura ninja di rumah tetangga. Di Semarang aku tinggal di empat rumah, omah lor berisi saudara-saudara yang moderat. omah wetan bilangnya sih marheanis, aku sih ga tahu apa itu arti marheanis. omah kidul kumpulan abangan, solat oleh ora solat olehnek ra solat mlebu neroko, nek ra percoyo takon harmoko, begitu mereka mengajaran kepadaku. omah kulon, hanya ada pendopo dengan kursi panjang-panjang, setiap malam selasa dipakai berjanjen seluruh warga, rapat, pengajian ibu-ibu dan untuk TPS bila pemilu datang. aku terbentuk dari 4 rumah itu.

Aku benci sekolah. Sedari TK aku sering pindah sekolah, tidak pernah aku menetap pada satu sekolah. kawanku banyak namun tidak ada satupun yang menjadi sahabatku. semua hanya teman selebihnya begundal. Waktu TK aku pernah dipukul teman sekelasku dan aku membalasnya lalu dia menangis tapi sayang ibunya menunggu diluar untuk membalas perbuatanku sedangkan aku sendiri tanpa ibu ku. Semasa SD aku pernah dapat nilai 5 untuk ulangan PMP hanya karena kertas ulanganku sobek padahal jawaban semua betul. Aku juga pernah dilarang mengumpulkan tugas puisi perjuangan hanya karena aku tandaskan slogan PKI. Sekolah menengah atasku sungguh kontradiski, ibu ku memaksa aku sekolah disekolah negeri Islam, dan itu blunder !. Ya blunder, disana aku bertemu nipam dan dextro meski sampai saat ini aku tak pernah mencobanya dan mendapatkan ilmu yang luar biasa dari pada sekedar fiqih islam, bahasa arab dan pelajaran doktrin islam lainnya. Teman-temanku beringas, suka tawuran, taruhan bola dan main balapan liar. Sayangnya semakin tua saya malah lebih memahami pelajaran dari kawan-kawanku daripada guru maupun ustadz. Sekolahku yaitu kawan-kawanku dulu, sekarang dan mungkin nanti.

Hidup memaksaku menuliskan kata dagang pada kalimat tanya apa hobby mu? 25 plat sagon gandos diantar motor vespa butut om ku, biasanya sehabis ashar. 1 plat berisi 5 buah kue sagon gandos. tugasku memotong plat tersebut menjadi kue-kue dan mengepaknya dalam satu bungkusan ada yang isi 5 ada yang 10. target sasaran ada warung tenda susu segar disekitar kecamatan. sistem nitip, laku alhamdulillah ga laku ya syukur dimakan sendiri. wong juga dimodali om ku, nganternya juga naik BMX, modal keringat. Sehari untung 5 ribu saat itu sudah alhamdulillah.

Aku baru sekali (benar-benar) jatuh cinta, kalau patah hati sering. Disini kita bicara, dengan hati telanjang lepaslah belenggu sesungguhnya lepaslah. Sesuatu yang hilang, sudah kita temukan, walau mimpi ternyata, kata hati nyatanya. Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti, simpanlah rindumu jadikan telaga, agar tak usai mimpi panjang ini, air mata nyatanya. Sampai berapa lama kita akan bertahan, bukan soal untuk dibicarakan mengalirlah mengalirlah mengalirlah. Karena cinta bicara air mata.

Dunia Komputer dan Internet yang membelenggu. begitu aku menerima silabus kuliah Ilmu Komputer, katanya komputer kok isinya matematika diskrit, algorithma, kalkulus I, kalkulus II, kalkulus elementer, Al jabar matriks, Metode numerik, dan serangkaian gerbong kuilah matematika dan statistik lainnya. Setahu aku komputer itu ya corel draw, photoshop, MIRC, dan internet.  Gilaaaa. Analisis. System. Entitas. Proses. Data Storage. Data Flow.

Sok Urbanis padahal sub-urban, sok metroseksual padahal impoten, yang benar ya cosmophobic acute. disini ada zara,  debenhams, topmans, pull n bear, spirit, next, pakalolo, belum lagi starbuck, coffee bean, black little cafe, urban kitchen, apple store, ciputra. lewat depan gerai, boleh. masuk juga boleh, beli apalagi, urusan bayar bisa diatur tapi maaf seribu maaf, ngaca dong ! muka kelas tempe gembus dan sate kere plus gestur temon lari dari tentara jepang kok mau fashionista! ngimpi!

Sampai hari ini aku masih suka berbicara pada nisan. tonggak pendek yg ditanam di atas kubur kakek sebagai penanda kerap menjadi teman dialog yang seru kita mempercakapkan; memperkatakan; merundingkan apa yang sudah terjadi pada aku. istrimu, anakmu. istri mu yang lain mungkin. anakmu yang lain mungkin. atau sekedar penguat hati bahwa pada tonggak pendek aku melihat kamu ada.

Jadi siapa aku? aku hanya seorang Random Abstact karena kredoku hari ini adalah orang bodoh yang sekedar ingin update blog, hanya itu dan ga lebih  :p