IBU.
ajari aku cara melukis cinta. seperti ketika engkau begitu ringan menggambar penat, hanya dengan segaris lengkung senyuman.

IBU.
ajari aku cara mengusir nyeri. seperti ketika engkau terbiasa melarikan sepi ke halaman, berbekal sapu lidi di genggaman, tanpa sebaris gumaman.

IBU.
ajari aku cara membungkus gusar. seperti ketika tangis kanakku membangunkan tidur malammu dengan kasar, lalu kauelus perutku yang lapar, dengan segenap sabar.

IBU.
kadang kami sibuk bertikai, di depan api yang lalu terbengkalai. sedang engkau lebih suka sendiri tertegun, menjaga nyala di hatimu tetap unggun.