/1/
percakapan kita adalah sebuah dunia

kata-kataku menjelma jalinan akar bakau
menyembul dari hitam rahasia air danau

/2/
anggukan kepala, serta genggaman tanganmu
menyusun belulang kesunyian
jadi semacam bangku, di mana tubuh
dan kesedihan-kesedihan biasa kita tumpangkan

kau memintaku berkisah tentang pergantian musim
protes-protes di jalan raya, atau apa saja
namun tiada yang kumiliki
selain kata-kata bersisik seperti akar bakau

dan sejumlah perhentian
yang selalu saja menyesakkan

kuminta kau menyanyikan lagu-lagu masa kanak
tentang buah-buahan hutan yang matang, kesederhanaan hidup
atau keriangan yang tak memerlukan alasan

tapi maafkanlah, telinga adalah rumah bagi segala kecurigaaan
sehingga hanya jerit gagak yang terdengar
atau suara-suara dari kamar yang punah terbakar

/3/
tiap-tiap percakapan adalah sebuah dunia
dan di dalamnya
kita menjelma sepasang rindu yang lebam
sementara cinta tetaplah luka
yang telah berhasil menjadi gelak tawa