saat ini aku sedang duduk-duduk di beranda
mencoba menulis cerita
memandangi deretan aksara yang menahan haru
menatapi aku yang sibuk menahan air mataku

sebentar, biar kutahan napas dulu
karena jika tidak, yang berkerumun di sudut mata ini pasti akan jatuh
sebentar lagi

ini yang sulit dari bercerita padamu
lebih mudah bagiku memilih diksi untuk puisi
atau mengacak-acak kata untuk sajak

nah, kau lihat bukan?
sudah sepanjang ini dan aku masih mengulur waktu
menunda-nunda cerita yang hendak kubagi padamu

kata-kata itu kubariskan di dinding bibir, bukan di jemari
karenanya sulit kutulis, lebih mudah kukatakan, mungkin

nah, bagaimana kalau kautemui aku saja?

temukan sendiri apa yang kusimpan berjuntai
ke relung-relung geraham, di antara lidah dan geligi

tempat yang biasa kaujelajahi dengan kata dan suaramu
mencari jawaban yang kusembunyikan dalam bisuku

tempat yang sama
kaukaramkan ocehan-ocehanku bilaku terlalu banyak bicara

atau sebenarnya hanya itu
yang ingin kusampaikan padamu
temui aku