atas nama kenangan, atas nama waktu yang berguguran
hari ini
kuputuskan untuk meninggalkan
segala kesedihan.

burung-burung akan bermigrasi
sawah-sawah akan dibongkar dan disusun kembali
kematian, barangkali
akan berlibur sejenak.

aku belum sempat mengenal masa depan
namun kelewat cepat dilupakan
oleh ingatan.
aku tak tahu kabar peruntungan, sekalipun
ia jalan di garis tanganku.

tak ada yang benar-benar aku tahu,
tak ada yang benar-benar aku mengerti.
selalu begitu
maka atas nama hari ini,
akan kutanggalkan semua kesedihan
dari hidupku
dari sajak-sajakku.

disebabkan rencana ini,
Kesedihan yang pemarah dan suka memukul
memecahkan bibirku di sudut-sudutnya,
membanting pintu keras-keras
dan begitu saja membiarkanku
mengigau di atas kasur demamku.
“kehilangan, kehilangan
apa yang kau
inginkan dariku?”

“tak ada, atau
segalanya.”

maka atas nama diriku sendiri, setelah hari ini berlalu
setelah sajak ini selesai kutuliskan
aku berjanji untuk tak akan meninggalkanmu.
sekalipun kesedihan akan datang lagi. sekalipun Kesedihan
yang manja dan pemalu itu
yang pemarah dan suka memukul itu
berkali lagi mendatangiku.

tubuhku sanggup menampung segala kesedihan,
tapi tidak satupun kehilangan!