Kepada jarak dan waktu,
Kami bukanlah mainanmu
Kami adalah tuanmu,
Pengendali yang semau-mau

Kepada jarak dan waktu,
Entah kapan kalian akan mengerti
Cinta kami bukan lagi balita, yang tetakut menyusuri
Lorong gang, yang gelap kalian mantrai dengan sunyi

Berapa cinta yang kalian kandaskan?
Berapa nafas yang kalian hentikan?
Berapa tangis yang kalian ciptakan;
Hingga menganak sungai, menenggelamkan rindu.

Kepada jarak dan waktu,
Kami bukan pekasih puas dahaga
Yang dipertemukan malam
Lalu dipisahkan fajar,

Bukan, kami lebih sejati dari sekedar dahaga.

Kepada jarak dan waktu,
Pada angin laut kutitipkan rindu
Lalu hujan akan menggemakannya menjadi embun
Di jendela kamar kekasihku

Kepada jarak dan waktu,
Malam ini, kami akan melawan.