Aku menunggu
suara-suara darimu, tentang
kabar dan ucapan rindu.
Saat pagi yang
mentari, saat malam
yang bulan.

Aku menunggu
suara-suara yang bergema, suaramu
dari ponsel bututku.
Saat rindu menggebu, saat cemas
meremas.

Aku menunggu suara-suara,
pun suara-suara menunggu
aku bersuara.
Sekedar menyapamu, yang tak lekas membalasnya,
pun saat aksaraku berlari
lalu memelukmu.

Acuhmu,
acuh senja
pada cakrawala