Kau kira kau hebat? Kau hanya pekat yang hilang saat kupadukan deterjen dengan sikat!. Lambat-lambat meresap logika lama yang nampak senyap. Kemana kau akan terbang? Kemana kau akan hilang? . Gantungkan mimpi pada bintang?. Rasakan pegas jiwamu melayang hingga surga!. Berkenalanlah dengan hasratmu. Kemudian berkelanalah lebih jauh! Buang semua jelaga dalam otakmu, tuan muda!. Persetan suara sore yang berkumandang. Siang ini aku menantang malam untuk datang. Menjemput keraguan lebih awal. Bercerai dengan keramahan jiwa yang kini kembali meliar. Bagai terkena godam raksasa yang menghantam kedamaian ditengah diam hulubalang!.

 

Aku hanya bodoh. Bukan tersesat. Hanya tidak bisa menemukan jalan kembali, bahkan dengan kompas asmara yang dia titipkan dalam jiwa!. Bagian tersulit adalah mengalahkan sisi diri yang gelap, bahkan ditengah cahaya suci sekalipun. Ini yang membuat semua pergi, semua benci!. Kausalitas? Sebab akibat diatas segalanya! Berpadu dalam aksi reaksi. Simulasi prahara yang tak mungkin berdiri sendiri tanpa stimulasi!. Semua bergerak maju. Aku disini statis menggaruk liang masa lalu, apakah masih ada harapan tersisa? Atau hanya roket harpun tuk ledakan jiwa?. Ketikan ini abadi, mewakili hasrat yang kemarin kuracuni hingga mati. Menantang karakter bertanduk. Bagai drama Demeter dan Hades!. Semua yang terbangkanku tinggi, selalu mendepakku lagi ke bumi! Rendahkan harapan, karena tingginya kecewa memungkinkan kawan!