Bapak-bapak yang terhormat, ini saatnya kami berbicara.

 

Kami disini bukan ingin mendapatkan jabatan. Kami disini bukan ingin melanggengkan kekuasaan. Kami disini tidak atas kepentingan tertentu. Kami disini bukan mencari popularitas. Kami tidak berhubungan dengan kaum maupun paham musuh kalian semua. Kami tidak ingin memusuhi kalian. Kami hanya ingin memberi, dengan segala sesuatu yang kami rencanakan dalam waktu yang lama.

 

Tapi setelah saat itu kami belajar, bahwa bagaimanapun kekuasaan ada di tangan kalian. Kami hanyalah pion prajurit yang hanya digunakan. Dan saat kami hampar mencapai baris paling depan, dengan sigap kalian meminta perlindungan.

 

Ya, kami belajar, bahwa kalian yakin dengan amal ibadah yang kalian lakukan. Kalian menganggap yang kalian lakukan itu benar. Pasti benar, dan selalu benar. Ya, kami memang tidak terbiasa berdiplomasi. Kami tidak terbiasa berpolitik, Kami tidak terbiasa berpolitik. Jangan menganggap kami akan lupa. Jangan berbuat seperti tidak ada apa-apa, bahwa segala baik-baik saja. Menyalami kami dengan senyum manis, seakan kalian menganggap kami lupa. Hingar bingar mungkin telah mereda. Tapi untuk watak dan yang kalian lakukan kami tidak akan lupa.

 

Hai kalian yang terlindungi. Banggalah, kalian tahu mengapa. Kalian telah mengambil jalan yang kami rencanakan berbulan-bulan. Ambil itu, bertanggung jawablah. Jangan berkata kalian tidak tahu apa-apa, kalian pemenangnya. Pemenang adalah yang terbaik, walaupun mungkin bagi yang menilai. Buktikan kalian pemenangnya, buktikan bahwa yang kalian omongkan saat itu bukan sekedar omong kosong tanpa bisa dilakukan.

 

Hai bapak-bapak yang terhormat. Kamikamiinibukanapatistapipunyapolapikiryangberbedadarikalian (peace out)