Kenapa harus sikut

Yang kau perkenalkan padaku

Pada dagu dan pipiku

Mengapa tak bibirmu

Yang lincah mengolah kata

Yang tak sungkan mengeluarkan tawa

 

Kenapa harus sikut

Yang kau perkenalkan padaku

Pada bahu dan dadaku

Mengapa tak kepalamu

Kau biarkan beristirahat di sana

Setelah sehari-semalam kau pusingkan