di keramaian manusia, aku menduga-duga

di bising gelak tawa, aku mendengar dengan seksama

mencari-cari wanita 100 kata

hingga aku menemukanmu tak jauh dariku

berbeda tiga baris manusia

dan satu buah meja

menghalangiku untuk sekedar menyapa

 

kerumunan gelak tawa telah tiada

berangsur surut seperti banjir yang searus

dan aku

belum sempat juga menyapa

wanita 100 kata

 

lalu malam itu pecah

hawa dingin dan hampa menjadi rona

saat seorang teman menggenggam tanganmu

dan memperkenalkanku

wanita 100 kata

pelukanmu yang begitu tiba-tiba

disambut lenganku yang juga begitu tiba-tiba

dan malam itu

kita menjadi lebih dari 100 kata

menjadi hangat yang sangat