Hari begitu membosankan, terutama sejak mentari mulai terbenam! Malam memang menyejukkan!  Tapi malam membuat pikiranku lemah dan bermalasan! Berbagi setengah rindu pada bulan di lelangit malam. Sudut hampa belum mau terpejam! Fajar masih lama jendral!

 

Pada laut semua bermuara! Entah kenapa laut membuatku tenang! Amarah yang lelah ini menemukan peraduannya kini. Kadang berombak, riak kecilnya saja mampu membuat angin untuk bergerak. Saat imajinasi datang tanpa kendali, aku terus berusaha mengenali diri dan menemukan jalan untuk kembali pada nyata.

 

Masih ingin berjalan dimalam buta? Cobalah terus membuka mata pada realita! Semua fana ini bersuara, meskipun kadang buruk dan berlagak! Berbisik pada senyap, “Sudah kau bersiap? | Ya tuan! Aku siap merasuki setiap celah jiwa yang enggan sujud dan terlelap | Jaga dia”.

 

Mitologi.

 

Seharusnya Icarus dan Daedalus terbang lintasi laut saat malam. Supaya sayap mereka tidak meleleh dan kulit tidak melepuh! Terjatuh! Lagi!. Aku terus menyamakan diri dengan Sisifus yang mengelindingkan batu raksasa dari puncak bukit setiap kali mencapai klimaks!.

 

Awal dari sebuah akhir tanpa garis finish! Kali ini aku harus menang dari segala macam perjudian dalam hidup yang cuma sekali ini!

 

 

-sekian-