Renungan pagi!

Namai saja kontemplasi dalam sebuah kehidupan ditengah masyarakat kontemporer. Mentalitas pinggiran yang bekerja di kota. Rasa muak yang layak direndam dalam air raksa.

 

Apakah batin kita sudah mati karena para gurita terus mendobrak rasa iba? Mereka menggerogoti perlahan batin kita yang sudah terkoyak sejak remaja.

 

Batin duniawi yang kosong. Bagai selongsong peluru tanpa mesiu.

 

Ingatkah kapan terakhir kali punya banyak waktu untuk bercermin? Menelanjangi wujud sendiri yang kadang menelanjangi tatanan lingkungan yang gila.

 

Kapan kita akan mengisi selongsong kosong peluru tanpa mesiu ini? Sementara kita tidak miliki waktu untuk sendiri dan merdeka!