Bisakah kau berhenti berlagak hebat? Bertindak sekaan dunia ini tidak nyata dengan memaksa semua kehendak yang kau cipta terwujud dalam bentuk letupan yang akhirnya meledek.

 

Koroner nadi mengalirkan adrenalin.

 

Setiap sudut mengalami korosi. Terdistorsi diambang rona pancasona. Kitak-kitab berbeda dari setiap kota membuat salam bisa berarti rangkulan atau sepucuk daun tua yang berbulu.

 

Gelagat yang sama hey sahabat! Aku sudah lama membaca nilai yang kau beri merah, terutama sejak keningmu diwarnai lebih dari sekedar sapa.

 

Seberapa penting menginjak hari akhir dan garis akhir ketika kita masih harus menjalankan kehidupan senormal orang awam lainnya.

 

Otakku dipenuhi jutaan folder dan fitur yang lebih berguna dari pada aplikasi murahan yang dijual batangan dalam pasar-pasar para raksasa yang menguras keringat menjadi uang.

 

Aku menguraas setiap recehan. Belajar kecil sebelum membesar.

 

Banyak orang hebat disekitarku yang menyiram dengan kesejukan. Bukan sesuatu yang sia-sia seperti sisa-sisa plastik Aqua di tangan para pemulung

 

Aksen kehidupan keras dan suram.

 

Padahal diujung dunia masih ada cahaya duhai kawan yang terhormat!