Berhari-hari lalu
laba-laba kecil ini
mencoba membaurkan
para binatang malam

Menggemakan konser
mengkaji keinginan hati
agar hujan tak lagi genangi
mata sang ‘cahaya malam’
biar hijrah ia
dari kubangan mata air usang.

Berhari-hari
lagu demi lagu berkumandang,
sonata berjudul
‘ Kau Berhak Untuk Bahagia Seutuhnya’
dan sonata-sonata pengobar arang bangkit
yang lainnya-pun t’lah dipersembahkan,
disajikan penuh harap.

Namun sehebat apapun
si laba-laba kecil berharap,
mungkin soneta-soneta tadi
tak sedikitpun bimbing
ngilu, luka masa lampaunya pergi.

ini hanya seperti menyulam jaring
berhari-hari, namun akhirnya
dianggap rangkaian tak berarti.

Karena ia
memang hanya laba-laba kecil,
tak akan pernah tampak