Sambil menanti waktu imsyak dan bedug subuh, aku akan bagi-bagi cerita nih, tepatnya atau aslinya sih cerita dari seorang temen kantor bukan cerita dariku *catet*.

 

Kali ini cerita tentang pengemudi mobil di Vietnam. Once upon a time, kira-kira ratusan jam yang lalu saat temen-temen liburan ke Vietnam dalam rangka bonus perusahaan skalian memanfaatkan paket promo salah satu maskapai ternama di Asia. Karena belum ada yang pernah ke sana, segala sesuatunya mereka persiapkan dari rumah, kantor sampai gubuk derita mereka persiapkan. Termasuk akomodasi, transportasi, dan penginapan.

 

Pesawat mendarat malam di Saigon sedangkan tujuan wisata mereka yang pertama adalah Mui Ne yang berjarak 5-6 jam perjalanan dari Saigon. Setelah survey via internet, akhirnya temen-temen setuju untuk memakai jasa travel dari PT. SASCO yang akan mengantar ke sana dengan biaya 100 USD. Emang mahal sih, tapi worth it lah dengan pertimbangan bus malam udah ga ada jam segitu ( sekitar jam 9 malam ) dan dapat antar jemput bandara hotel. Beberapa kali kontak via email, dikabarkan bahwa temen-temen akan dijemput di bandara oleh Mr. Tuan. Jangan diejekin, emang namanya kayak gitu. FYI, pihak SASCO ini baik banget, temen-temenku ditanya mau kemana lagi abis dari Mui Ne, dan mereka nawarin jasa-jasa tour yang mereka punya.

 

Singkat cerita, akhirnya daripada hening kayak orang marahan temen-temen pun mutusin tidur. Walau ga nyaman juga karena mobilnya ngebut diantara bus malam. Karena posisi yang kurang nyaman ditambah AC yang dingin, salah satu temenku ( sebut saja herman *ketua genk* ) pun kebangun-kebangun alias ga nyaman tidur. Saat itu mobil melintas di sebuah karaoke plus-plus. Mr. Tuan ngomong sesuatu dalam bahasa dewa, yang kurang lebih artinya : “Men, cewek men. Itu bahenol banget”. Herman pun cuma manggut-manggut secara ini bulan puasa. Lah, kan ceritanya dulu.

 

Next, herman pun melanjutkan tidurnya yang patah-patah. Beberapa saat kemudian si Mr. Ly ( temen Mr.Tuan ) bangunin herman ketika mobil berhenti di sebuah restoran. Dia pun ngajak herman turun. Dia ngajak herman ke sebuah kulkas minuman, lalu dia nunjuk-nunjuk. Herman pikir “Oh, dia mungkin minta dibeliin minum.” Dia mengambil sebotol minuman bersakarin cap banteng merah yang lagi beradu tanduk, lalu nawarin herman mau minum apa. Herman ambil sebotol air mineral gede, dan melangkah ke kasir. Ketika di kasir, dia narik tangan herman. Bukan, bukan lagi marahan. Cuma dia bilang “biar aku yang bayar” sambil nunjukkin duitnya. Herman pikir, ” baik banget nih orang udah nyetirin kita yang ngantuk-ngantuk pake beliin minum lagi” . Untung herman ga lagi puasa. Sambil nongkrong, dia nulis sesuatu di tangannya. “60” maksudnya perjalanan masih 60 Km lagi atau 2 jam perjalanan. Dengan muka innocent, herman kasih tip itu ke Mr.Ly “this is for you.” Dan dengan alis naik turun dia bilang “Give me 10 dollar more.” Saat itu herman mikir “Anjir aku dipalakin. Ga sekalian diperkosa Bang?” [ Kondisi saat itu: Pintu mobil terkunci, mata Mr. Ly buas menatap herman ]  *koreksi: kurs  1 Dong = 0,4 Rupiah. Setelah rapat singkat lagi bersama temen-temen yang lain, akhirnya herman kasih lah 50.000 Dong lagi. Dalam hati herman ” daripada kita diapa-apain, siapa tahu dia ngumpetin Napalm di bagasi “. Sambil ketawa sinis dia bilang, “Aaaah, this is so cheap.” Murah pale lu peyang, harga diri lu tuh yang murahan. Setelah saling memandang dan hening beberapa saat, mereka pun dibebaskan dari mobil tersebut. “Klik” pintu terbuka, mereka pun  turun dengan anggun.

 

Akhirnya mereka tiba di lokasi, kejadian itu sempet membuat mereka trauma tentang driver di Vietnam. Mereka berpikir apa semua driver kayak gini. Di perjalanan berikutnya, ternyata mereka *untungnya* tidak terkena pemalakan kayak gini lagi. Malah banyak driver yang baik-baik. Bahkan ada beberapa yang girang banget ketika dikasih tips antara 20.000-50.000 Dong, dia bilang “Wow, is this for me? Thank you.”

 

Pesan moral yang aku dapat adalah:

  1. Tidak semua yang bermuka ramah itu baik.
  2. 1 dari 8 pengemudi di Vietnam mungkin saja pemalak.
  3. Kenapa si herman ga diperkosa skalian….eh, ga ding :))

 

-Sekian cerita singkat sambil nunggu imsyak dan bedug subuh dari saya, semoga ga membuat kalian-kalian jadi takut ke Vietnam-