Tutup semua akun di bank.

Buat keputusan besar untuk hidup kita secepatnya ( keputusan itu lawan dari keputusasaan ).

Sadari bahwa hidup ini hanya milik diri kita sendiri, penjelasan yang bertubi dan ulet akan membuat orang-orang terdekat kita mengerti.

Hindari pajak sebisa mungkin, contoh terbesarnya adalah bekerja untuk diri sendiri.

Lepaskan semua dogma, lalu mulai membuat dogma untuk sendiri.

Breakthrough… pergi dari kemapanan palsu… realitas artifisial yang diciptakan para pendahulu kita.

Jangan khawatir bahwa keputusan yang kita buat akan menyakiti orang lain sebab kita juga berhak untuk tidak disakiti.

Abaikan pendapat orang jika kita sudah yakin betul bahwa keputusan yang kita buat  itu benar.

Prestise dan prestasi itu cuma tai ( maaf  ) yang bikin hidup kita bau dan penyakitan.

Pencapaian atau kesuksesan itu harus dilihat dangan sudut pandang kita sendiri, bukan siapapun atau dengan apapun.

Ingat, kita tidak pernah minta dilahirkan, jasa orang tua memang layak kita dapatkan tanpa harus membalasnya.

Jangan mudah mengatakan seseorang itu sesat, karena penilaian kita itu yang akan menjebak kita saat kecerahan datang dan harus beranjak.

Jangan terlalu percaya pada omongan buku, tv, internet, atau orang-orang yang kita anggap besar, bisa jadi itu semua cuma omong kosong belaka.

Idealisme itu bukan barang menjijikan, itu adalah patokan ideal yang kita bangun sendiri, layak sekali untuk dicapai.

Minimalisir mengimitasi, Fashion itu imitasi, gadget, gaya hidup popular, sports dan sebagainya itu cuma imitasi.

Berhenti memercayai realitas yang dibangun media apa saja.

Hilangkan stigma bahwa bekerja itu untuk uang, bekerja itu untuk kebahagiaan hidup kita.

Segera filterisasi socmed kita, follow orang dengan hati. Twitter, FB atau socmed lainnya sudah jadi alat ampuh untuk memanipulasi pikiran kita.

Jadikan kebenaran sebagai penguasa, bukan penguasa sebagai kebenaran.

Selidiki dan gali lebih jauh tentang apa yang selama ini kita percaya untuk tahu bahwa kita selama ini sedang ditipu.

Bedakan antara menjalani hidup dan bertahan hidup.

Uang sama sekali bukan standar atas status apapun, lagipula status itu hanya ilusi, kita manusia, selalu setara.

Murnikan hidup kita dengan mimpi-mimpi pertama kita.

Manusia itu unikum, setiap orang hanya satu-satunya di dunia, jangan mau diseragamkan.

Belajar pada alam (semesta) bagaimana dia mengkonstruksi seluruh konstelasi dan keserempakan.

Tak pernah ada istilah terlambat untuk mengubah keputusan yang salah, kita punya hak untuk menentukan berapa usia kita.

Lihat dan pahami ke-4 unsur pembentuk semesta, api, air, angin, dan tanah.

Jangan mau terjebak pada obrolan-obrolan yang sumbernya berasal dari tv, tv itu alat kekuasaan, isinya hanya kebohongan dan manipulasi.

Ingat, para bankir, orang-orang korporasi, robot-robot media, pemerintah atau politisi tak pernah benar-benar peduli pada kita dan keluarga kita.

Sistem pendidikan diciptakan untuk memanipulasi dan membuat pembodohan secara sistematis sedangkan entertainment adalah sarana pendukungnya.

membicarakan realitas yang selama ini dipahami sebenarnya hanya bicara tentang perbudakan yang tak kita sadari…

– sekian dan selamat –